Institut Teknologi Bandung (ITB) dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik redaksitv.id di Indonesia. Setiap tahun, puluhan ribu calon mahasiswa bersaing untuk mendapatkan kursi di kampus bergengsi ini. Namun, tak sedikit yang bertanya-tanya: mengapa masuk ITB begitu sulit? Rektor ITB pun pernah menjelaskan sejumlah alasan utama di balik ketatnya seleksi masuk kampus tersebut.
Reputasi Akademik ITB yang Sangat Tinggi
Salah satu faktor utama sulitnya masuk ITB adalah reputasi akademiknya. ITB telah lama seputarkediri.id menjadi rujukan pendidikan tinggi di bidang sains, teknologi, dan seni. Banyak lulusan ITB yang sukses berkiprah di tingkat nasional maupun internasional, baik sebagai ilmuwan, insinyur, pengusaha, hingga pemimpin publik.
Reputasi ini membuat ITB selalu menjadi pilihan utama calon mahasiswa berprestasi dari seluruh Indonesia. Akibatnya, tingkat persaingan menjadi sangat ketat karena yang mendaftar umumnya memiliki kemampuan akademik di atas rata-rata.
Jumlah Pendaftar Tidak Sebanding dengan Daya Tampung
Rektor ITB menjelaskan bahwa setiap tahun jumlah pendaftar bisa mencapai puluhan bahkan ratusan ribu orang, sementara daya tampung ITB relatif terbatas. Tidak semua fakultas dapat menambah kuota mahasiswa karena harus menyesuaikan dengan fasilitas, dosen, dan kualitas pembelajaran.
Sebagai ilustrasi, satu program studi favorit bisa diincar oleh ribuan pendaftar, tetapi hanya menerima puluhan hingga ratusan mahasiswa. Ketimpangan inilah yang membuat peluang diterima menjadi semakin kecil.
Standar Akademik yang Sangat Ketat
ITB menerapkan standar akademik tinggi sejak proses seleksi. Baik melalui jalur SNBP, SNBT, maupun seleksi mandiri, calon mahasiswa harus menunjukkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan pemahaman konsep yang kuat, terutama di bidang matematika dan sains.
Menurut penjelasan rektor, standar ini diterapkan bukan untuk mempersulit, melainkan untuk memastikan mahasiswa yang diterima mampu mengikuti ritme perkuliahan yang padat dan menantang.
Menjaga Kualitas Lulusan ITB
Alasan lain mengapa masuk ITB sulit adalah komitmen kampus dalam menjaga kualitas lulusan. ITB tidak hanya ingin mencetak sarjana, tetapi juga individu yang mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
Jika seleksi dibuat longgar, dikhawatirkan kualitas pembelajaran dan lulusan akan menurun. Oleh karena itu, proses penyaringan dilakukan secara ketat sejak awal.
Program Studi Favorit dengan Peminat Tinggi
Beberapa jurusan di ITB, seperti Teknik Informatika, Teknik Industri, Teknik Mesin, dan Sekolah Bisnis dan Manajemen, selalu menjadi favorit. Tingginya minat pada jurusan-jurusan ini otomatis meningkatkan tingkat persaingan.
Rektor ITB menyarankan calon mahasiswa untuk tidak hanya terpaku pada jurusan populer, tetapi juga mempertimbangkan minat dan potensi diri agar peluang diterima lebih besar.
Kesimpulan: Sulit, Tapi Bukan Mustahil
Masuk ITB memang sulit, namun bukan tidak mungkin. Tingginya reputasi, keterbatasan daya tampung, standar akademik ketat, serta tingginya jumlah pendaftar menjadi alasan utama di balik seleksi yang kompetitif.
Bagi calon mahasiswa, persiapan matang, konsistensi belajar, dan pemahaman diri adalah kunci utama. Seperti yang disampaikan rektor, ITB mencari mereka yang siap belajar, berkembang, dan memberi dampak, bukan sekadar mereka yang pintar di atas kertas.